Rabu, 01 Juni 2011

SKY WORLD ~ Part 5 (Special)

Part 5

title : Sky World
genre : fantasi
cast : Hey!Say!JUMP member, hime, and the other misterius cast ^.<




Author’s POV
Setelah menerima perintah penyihir hika, panglima daiki dan jenderal yuto pun keluar dari ruangan penyihir hika.
“yuto, aku akan pergi sendiri. Kau jagalah nana dari penyihir hika” kata panglima daiki menatap jenderal yuto
“tapi panglima.. jika kau menuruti perintah penyihir hika bukankah malah akan membahayakan seluruh skyworld” kata jenderal yuto
“aku pergi bukan untuk melaksanakan perintah penyihir hika, aku pergi untuk membantu inoo-sama mengalahkan penyihir hika” kata panglima daiki
“apa?? Bagaimana kalau penyihir hika mengetahui kalau sebenarnya kita tidak terkena sihirnya? Nyawa kita bisa melayang!” kata jenderal yuto
“mau bagaimana lagi?! Hanya ini satu-satunya jalan untuk menyelamatkan skyworld, dan mungkin penyihir hika hanya akan mencurigaiku saja. Jadi tolong jagalah nana” kata penglima daiki
“tapi panglima, kalau kau mengorbankan dirimu seperti itu bukankah hati nana akan lebih tersakiti? Kau tidak mau membuat nana terpuruk lagi kan? Pasti ada cara lain!” kata jenderal yuto berusaha meyakinkan panglimanya itu
“jika aku tidak melakukan itu, nyawa nana dan skyworld dalam bahaya. Aku melakukan ini juga demi melindungi nana. Nana pasti akan mengerti” kata panglima daiki
“tapi panglima...”
“Tolong hormati keputusanku! Sekarang tugasmu adalah menjaga nana! Ini perintah dari panglimamu!” kata panglima daiki tegas sebelum jenderal yuto menyelesaikan perkataannya
“baiklah, panglima..” kata jenderal yuto setengah hati menuruti permintaan panglima daiki
Panglima daiki pun terbang pergi ke suatu tempat meninggalkan jenderal yuto yang masih menunduk. Dalam sekejap panglima daiki sudah sampai di tempat yang ia tuju yaitu sebuah rumah kecil yang ditinggali orang terpenting dihatinya.
“Daiki? Apa itu kau?” kata seorang perempuan dari dalam rumah kecil itu
“ya.. nana.. ini aku” kata panglima daiki. Seorang perempuan cantik pun keluar dari rumah kecil itu dan mempersilahkan panglima daiki masuk
“aku senang kau datang menemuiku. Aku sangat merindukanmu daiki” kata nana memeluk lengan panglima daiki
“ya.. aku juga merindukanmu” kata daiki sambil membelai kepala nana
“kau tidak akan pergi lagi kan?” tanya nana melepas pelukannya pada lengan panglima
“sebenarnya, aku ke sini untuk berpamitan denganmu, ada tugas penting yang harus aku laksanakan” kata panglima daiki memegang bahu nana
“haaahh... padahal baru bertemu. Aku jadi sendirian lagi..” gerutu nana
“hahaha.. tidak nana.. kali ini, yuto akan menemanimu” kata panglima daiki sambil mengacak-acak rambut nana
“tidak mau! Aku ingin bersama daiki!” rengek nana
“ini demi skyworld dan demi kau juga nana” kata panglima daiki tersenyum manis meyakinkan nana
“huh! Apa boleh buat! Tapi janji ya, kau akan segera pulang!” kata nana
Panglima daiki pun memeluk nana “ya, aku janji. aku mungkin akan lama melaksanakan tugas ini jadi jaga dirimu baik-baik” kata panglima daiki
“un.. baiklah” jawab nana
Panglima daiki pun melepas pelukannya “aku pergi dulu, ya. Jaga dirimu dan tetaplah tersenyum. Aku tidak ingin melihatmu bersedih lagi, aku mencintaimu” kata panglima daiki sambil mencium kening nana. panglima daiki pun pergi.
“hati-hati~!” teriak nana mengantar keberangkatan panglima daiki
“ya~~!!” kata panglima daiki sambil tersenyum ke arah nana. Panglima daiki pun terbang untuk melaksanakan tugasnya. Nana hanya bisa melihat orang yang dicintainya itu terbang pergi sambil mendoakan keberhasilan panglima daiki.
-------------------------------------------------------------
Sementara itu, rombongan inoo-sama sedang beristirahat di dekat sungai.
“ehm.. kalian pasti lapar.. aku akan membuatkan makanan” kata yuya sembari pergi membersihkan ikan yang baru di tangkapnya
“baiklah, Kalau begitu! aku akan mencari kayu bakar” kata hime bersemangat
“tidak! Biar aku saja yang mencari kayu bakar, hutan itu terlalu berbahaya. Kau bantu kak yuya saja!” kata ryosuke
“huuuh! Padahal aku ingin berjalan-jalan di hutan” gerutu hime
“sudah sana.. cepat bantu kak yuya!” kata ryosuke tersenyum sambil mengacak-acak rambut hime
“apa-apaan sih!” kata hime kesal sembari merapikan rambutnya. Ryosuke pun pergi ke hutan.
“tunggu, ryosuke! akan ku bantu mencari kayu bakar” kata inoo-sama
“tuan, kalau tuan kecapekan lagi bagaimana?” kata yuya mencemaskan tuannya
“aku baik-baik saja. Aku kan juga ingin mambantu kalian” kata inoo-sama tersenyum ke arah yuya
Ryosuke dan inoo-sama pun pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.
“hey, inoo-chan! Jangan terlalu memaksakan diri! kalau kau sakit, aku yang akan dimarahi kak yuya” kata ryosuke sambil mengumpulkan kayu bakar
“kalian terlalu mencemaskan aku.. aku baik-baik saja” kata inoo-sama yang kesusahan membawa kayu bakar di tangannya yang sudah cukup banyak
“sepertinya sudah cukup. Ayo kita kembali!” ajak ryosuke
“baiklah” kata inoo-sama
Mereka pun berjalan kembali ke tempat yuya dan hime. Ryosuke berjalan di depan inoo-sama.
“hey, ryo.. kamu menyukai hime kan?” tanya inoo-sama tiba-tiba dan membuat ryosuke langsung menghentikan langkahnya
“memangnya kenapa?” tanya ryosuke membalikkan badannya memandang inoo-sama
“sebaiknya hilangkan perasaan itu! Kau tidak ingin menyakiti hatinya kan?” kata inoo-sama
“apa maksudmu?” tanya ryosuke
“kalian tidak akan bisa bersama” kata inoo-sama
“kenapa begitu?” tanya ryosuke mengerutkan keningnya
“hime tidak bisa tinggal selamanya di skyworld. dia punya keluarga di bumi, dia punya kehidupan sendiri. Sama dengan orang skyworld, orang skyworld juga tidak bisa tinggal di bumi. Karena dimensi kita berbeda. Kau pasti mengerti tentang hal itu kan?” jelas inoo-sama sambil berjalan kembali
“tunggu.. Nenek hime juga berasal dari skyworld kan? Kenapa dia bisa tinggal di bumi? Lagipula hime sampai sekarang juga baik-baik saja berada di skyworld, iya kan?” tanya ryosuke berjalan mengikuti inoo-sama
“ya.. nenek hime itu adalah ahli sihir hebat, dia menggunakan mantera agar bisa tinggal di bumi dan melindungi permata suci. Hanya nenek hime yang tahu dan bisa menggunakan mantera tersebut. Sedangkan hime bisa tinggal di skyworld karena permata suci yang dipakainya. Jika permata suci itu diambil, hime tidak akan bisa bertahan hidup di skyworld. maka dari itu hanya orang yang memakai permata suci yang dapat menyatukan permata itu dengan air suci dan penyucikan sihir penyihir hika” jelas inoo-sama.
“berarti setelah permata suci bersatu dengan air suci, hime tak akan bisa hidup di sini?” tanya ryo
“ya.. dia akan kembali ke bumi setelah menyatukan kedua benda tersebut” jawab inoo-sama. Ryosuke terdiam mendengar perkataan inoo-sama.
Setelah keluar dari hutan, inoo-sama pun segera menghampiri yuya dan memberikan kayu bakar yang didapatnya. Sedangkan ryosuke masih berdiri diam di pinggir hutan.
“inoo-sama, mana ryo?” tanya hime
“itu..” kata inoo-sama menunjuk ke arah ryosuke
“apa yang dia lakukan disana? Bukannya membantu malah bengong!” kata hime menghampiri ryosuke yang masih terdiam
“hey! Apa yang kau lakukan di sini? Ayo bantu sana!” kata hime menepuk bahu ryosuke, membuat ryosuke kaget
“aahh.. iya.. iya” kata ryosuke segera berjalan meninggalkan hime dan memberikan kayu bakarnya ke yuya. hime hanya terdiam heran melihat tingkah ryosuke.
-------------------------------------------------------------


Masakan yuya pun jadi, mereka menyantapnya dengan lahap. Selesai makan inoo-sama menyiapkan tenda untuk tidur seperti biasanya. ryosuke duduk di pinggir sungai, tiba-tiba hime datang.
“wah! airnya jernih sekali” kata hime sambil tersenyum melihat air sungai yang mengalir jernih
“yaah.. inilah sungai skyworld” kata ryosuke
“ehm.. ryo..” kata hime
“ada apa?” tanya ryo
“eehmm.. soal waktu itu.. kenapa kau memelukku?” tanya hime ragu
“ah! waktu itu.. maaf! aku tidak bermaksud begitu.. aku khawatir padamu karena kau terpisah dari kami saat itu. menjaga keselamatanmu adalah tugasku. hanya kau yang bisa menyelamatkan skyworld jika terjadi apa-apa dengan mu, skyworld akan dalam bahaya. Aku selalu begitu jika terlalu khawatir. Maafkan aku! Tidak seharusnya aku berbuat begitu” kata ryosuke langsung berdiri dan membungkukkan badannya meminta maaf pada hime
“ah..i..iya.. aku juga minta maaf. Karena telah membuatmu khawatir. Sudah.. sudah.. anggap saja aku tidak pernah menanyakan hal itu” kata hime sambil tersenyum. Mereka pun kembali duduk.
“maafkan aku hime, aku jadi berbohong padamu. Sebenarnya aku memelukmu bukan karena itu, tapi memang karena aku mengkhawatirkanmu. Aku menyukaimu, hime. Tapi...” kata ryosuke dalam hatinya
“haaahh.. bodohnya aku! Seharusnya aku tahu, dia bersikap begitu padaku karena alasan itu” kata hime dalam hati. Mereka berdua pun terdiam dengan pikiran masing-masing sambil melihat aliran air sungai.
“sudah sore, ayo kembali ke perkemahan!” ajak ryosuke membuyarkan suasana hening itu
“ah..iya.. baiklah” kata hime
Hime dan ryosuke berjalan kembali ke perkemahan. Tetapi, tiba-tiba panglima daiki datang menghadang mereka.
“panglima daiki?!” kata ryosuke terkejut. “ Aku sudah tau apa maumu! Aku tidak akan menyerahkan permata suci padamu!” kata ryosuke langsung menyerang panglima daiki. Panglima daiki menahan tangan ryosuke, melipatnya ke belakang badan ryosuke sehingga ryosuke tak bisa bergerak. Inoo-sama dan yuya yang mendengar keributan itu langsung datang.
“kalian tidak usah takut, aku kemari bukan untuk itu” kata panglima daiki sambil melepaskan tangan ryosuke dan mendorong ryosuke hingga jatuh tersungkur.
“ryosuke!” teriak hime, yuya dan inoo-sama segera menolong ryosuke
“lalu untuk apa kau datang kemari? Kau suruhan penyihir hika kan?” tanya inoo-sama
“bukan.. aku bukan suruhannya” kata panglima daiki
“apa maksudmu? Bukankah, semua orang di istana terkena sihir penyihir hika? pasti kau juga kan?” tanya yuya
“tidak.. saat penyihir hika menyerang istana dan menyihir seluruh penghuni istana, aku dan yuto sedang menemani nana pergi ke makam orang tuanya di desa, di luar kerajaan bluesky. Jadi kami bertiga tidak terkena sihir. setelah kembali dan mengetahui keadaan di kerajaan, kami bertiga pura-pura mengabdi pada penyihir hika dan menunggu saat yang tepat untuk mengalahkannya” jelas panglima daiki
“nana... apa dia baik-baik saja?” tanya ryosuke. yuya dan inoo-sama langsung menatap ryosuke. raut wajah ryosuke langsung berubah setelah mendengar penjelasan panglima daiki. terlihat dari raut wajahnya kalau dia mengkhawatirkan nana.
“ya.. dia baik-baik saja.. yuto sudah aku perintahkan untuk menjaganya” kata panglima daiki
Ryosuke, yuya dan inoo-sama terlihat lega setelah mendengar kata panglima daiki. hime yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam melihat tingkah ketiga lelaki itu.
“jadi.. apa tujuanmu kemari?” tanya inoo-sama
“aku ingin memberitahu kalian tentang kelemahan penyihir hika” kata panglima daiki
“kelemahannya?!” tanya ryosuke terkejut
“ya.. kelemahan penyihir hika” kata panglima daiki mantap. Inoo-sama,ryosuke,yuya dan hime pun menatap tajam panglima daiki, menunggu penjelasan panglima daiki.
“kelemahan penyihir hika adalah jantungnya. Jika kalian ingin mengalahkannya, kalian harus menusuk tepat di jantungnya!” jelas panglima daiki
“jadi jantungnya ya..” gumam ryosuke
“susah sekali menyerang tepat di jantungnya. Dia kan selalu memakai sihir dari jarak yang jauh” kata yuya
“maka dari itu, kalian harus menyucikan sihir penyihir hika dulu dengan permata itu” kata panglima daiki. Yuya,ryosuke,inoo-sama dan hime masih terdiam memikirkan perkataan panglima daiki.
“Ya sudah, aku pergi dulu, hanya itu yang ingin kusampaikan pada kalian. Berusahalah, nasib skyworld ada di tangan kalian!” tambah panglima daiki.
“panglima.. aku berjanji skyworld akan kembali damai seperti dulu. sampai saat itu tiba, tolong jagalah nana” kata ryosuke
“hah! walaupun kau tak memintanya, kau akan selalu melindungi nana” kata panglima daiki
“terima kasih” kata ryosuke tersenyum mendengar perkataan panglima daiki
“ya..” kata panglima daiki membalas senyum ryosuke dan kemudian dia pun terbang pergi
“hem.. kelemahan penyihir hika ada di jantungnya..” kata inoo-sama masih berpikir
“dan kita harus menyucikan sihirnya dulu.. pasti akan berat pertarungan nanti” sambung yuya
“aku akan pergi berjalan-jalan sebentar” kata ryosuke langsung pergi meninggalkan yuya,inoo-sama dan hime
“eehhh? Ada apa dengannya?” tanya hime
“biarkan saja dia” kata yuya
“ehm.. yuya.. nana itu siapa? Kenapa ekspresi ryo seperti itu saat mendengar nama nana?” tanya hime
“nana adalah teman kecil ryo, dia sering datang ke rumah kami dan bermain bersama ryo. Nana sudah aku anggap seperti adik sendiri. suatu hari dia menyatakan perasaannya pada ryo. tapi, ryo menolaknya karena ryo juga menganggap nana sebagai adiknya sendiri. Setelah itu, nana tidak pernah lagi datang ke rumah. aku dengar dia bekerja sebagai pelayan raja yabu” jelas yuya
“oww.. jadi begitu” kata hime sambil menganggukkan kepalanya
“ayo kita kembali ke perkemahan, hari sudah semakin gelap” ajak inoo-sama
“eehh.. bagaimana dengan ryo?” tanya hime
“biarkan saja.. dia sudah bukan anak kecil lagi, dia bisa kembali sendiri” kata inoo-sama
Mereka bertiga pun akhirnya kembali ke perkemahan.
-------------------------------------------------------------
Setelah memberitahukan kelemahan penyihir hika, panglima daiki kembali ke kerajaan untuk menghadap sang penyihir dan raja yabu.
“maafkan saya, tuan. saya tidak berhasil mengambil permata itu sesuai perintah tuan. ahli sihir inoo dan para pengawalnya sangat kuat” kata panglima daiki berbohong
“hahahaha... sangat kuat ya? Tapi tidak terlalu kuat untuk bisa menusuk jantungku dan menyelamatkan skyworld seperti katamu pada mereka!” kata penyihir hika
Panglima daiki terkejut mendengar perkataan penyihir hika. “kau terkejut, Aku bisa mengetahui perbuatanmu? Hahahaha.. panglima daiki.. apa kau lupa siapa aku, hah? Aku adalah penyihir hika, penyihir terkuat di skyworld yang akan menguasai dunia!” tambah penyihir hika
“tak akan..” kata panglima daiki lirih mengepalkan tangannya
“apa? Apa kau berkata sesuatu panglima besar arioka daiki?” kata penyihir hika dengan nada mengejek berjalan mendekati panglima
“tak akan aku biarkan kau melakukan hal busuk seperti itu!” teriak panglima daiki menyerang penyihir hika yang berada dihadapannya. Penyihir hika langsung menyihir panglima daiki sebelum panglima daiki berhasil mendekatinya. Seketika itu seluruh tubuh panglima daiki berubah menjadi patung. Patung panglima itu langsung dihancurkan raja yabu hingga menjadi kepingan-kepingan kecil.
“hahaha... kau terlalu meremehkanku panglima!” kata penyihir hika dengan bangganya
Jenderal yuto yang melihat kejadian itu dari balik pintu ruangan penyihir langsung terbang menuju rumah nana. raja yabu yang menyadari keberadaan jenderal yuto segera pergi mengejar jenderal yuto. Sesampainya di rumah nana, jenderal yuto langsung membawa nana pergi tanpa menjelaskan apapun. Mereka terbang menyelamatkan diri. Tetapi di tengah jalan, raja yabu menghadang mereka berdua.
“hem! rupanya jenderal dan pelayanku ini juga ingin bernasib sama dengan sang panglima, ya?” kata raja yabu menghadang jenderal yuto dan nana.
“apa?! Ada apa dengan daiki? kenapa dia? Dia baik-baik saja kan?” tanya nana panik
“hahahaha... panglima yang kau sayangi itu sudah aku hancurkan menjadi debu!” ucap raja yabu santai. Nana terdiam syok mendengar perkataan raja yabu. Dia tidak percaya dengan apa yang terjadi pada orang yang dicintainya itu.
“kurang ajar!” kata jenderal yuto geram
“hey! Kata-katamu tidak sopan jenderal! Kau sedang bicara pada rajamu” kata raja yabu
“kau bukan rajaku! Kau suruhan penyihir hika! aku tak akan membiarkanmu melukai nana!” bentak jenderal yuto
“hahaha.. lucu sekali, jenderal! Kalau begitu aku akan menghancurkan kalian berdua seperti panglima bodoh itu!” kata raja yabu langsung mengarahkan pedangnya menyerang jenderal yuto dan nana. jenderal yuto mendorong nana dan menahan serangan raja yabu dengan pedangnya.
“nana cepat pergi sekarang! Selamatkan dirimu!” teriak jenderal yuto masih menahan serangan raja yabu
“ta..tapi.. yuto, kau...”
“sudah cepat pergi sekarang! Jangan perdulikan aku! Aku sudah berjanji pada panglima untuk melindungimu, aku tak akan mengingkarinya! Sudah sana pergi!” bentak jenderal yuto
Nana pun terbang meninggalkan jenderal yuto yang masih berusaha menahan raja yabu agar tidak bisa mengejar nana.
“hem! Kau berani sekali ya, jenderal!” ucap raja yabu
“tentu saja.. kalau tidak, aku tidak akan bisa menjadi jenderal!” kata jenderal yuto tersenyum sambil mendorong raja yabu dan segera menyerang balik raja yabu.
“hahaha.. benar juga.. kalau begitu, akan segera kuhabisi kau, jenderalku yang pemberani!” kata raja yabu kembali menyerang jenderal yuto.
Mereka berdua pun bertarung. Pertarungan itu berat sebelah karena raja yabu lebih kuat karena pengaruh sihir penyihir hika. jenderal yuto yang hampir kehabisan tenaga, mengerahkan seluruh kekuatan terakhirnya untuk menyerang raja yabu. Jenderal yuto berhasil melukai raja yabu, tapi sayangnya raja yabu juga berhasil menusukkan pedangnya ke tubuh jenderal yuto. Jenderal yuto pun akhirnya mati di tangan raja yabu.
“hah! Sayang sekali! seberani apapun dirimu, kau tidak akan bisa mengalahkanku” kata raja yabu pada tubuh jenderal yuto yang sudah tak bernyawa. “huh! dasar pelayan itu! Akan aku urus dia nanti” tambah raja yabu. Raja yabu pun kembali ke kerajaan.
-------------------------------------------------------------
Sementara itu, nana terus terbang tanpa arah tujuan. Hatinya begitu sakit mengetahui orang yang dia cintai telah tiada. Air matanya mengalir deras, dia tak sanggup terbang lagi. Dia pun berhenti dan menangis sejadi-jadinya di tengah hutan yang gelap itu. Dia mendongakkan kepalanya menatap langit malam.
“daiki! Kau sudah berjanji padaku kan? Kenapa kau mengingkari janjimu? Aku selalu menunggumu, daiki! aku mencintaimu daiki! DAIKI~~!!!” teriak nana masih mendongakkan kepala melihat langit malam yang begitu kelam, menumpahkan seluruh rasa sakitnya. Dia pun kembali menangis, menangis sendirian di bawah sinar bulan yang begitu redup, seredup hatinya saat ini.

***To Be Continued***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar