Rabu, 01 Juni 2011

SKY WORLD ~ Part 7 (Final)

Part 7 (Final)

title : Sky World
genre : fantasi
cast : Hey!Say!JUMP member, hime, and the other misterius cast ^.<



Hime’s POV
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, akhirnya kami sampai di gunung utara. Kudongakkan kepala melihat gunung dihadapanku, puncaknya tertutupi oleh kabut tebal. Tidak, bukan puncaknya saja, kabut itu menutupi hampir seluruh badan gunung. Pantas saja akan bahaya sekali kalau terbang. Kulangkahkan kakiku mengikuti inoo-sama dan lainnya yang sudah jalan lebih dulu. Kami mulai mendaki gunung itu. pendakian kami cukup sulit, karena gunung itu tertutupi kabut. Setelah susah payah mendaki, sampailah kami di depan sebuah gua besar.
“ini tempatnya” ucap inoo-sama. Kami melihat gua itu, gua itu terlihat indah sekali. melihat gua itu, perasaanku jadi nyaman sekali. samar-samar kudengar suara gemericik air dari dalam gua, suaranya begitu menenangkan. Apa itu suara gemericik air suci? Inoo-sama dan lainnya pun masuk ke dalam gua.
“tunggu, biar aku sendiri saja yang masuk. Kalian pergilah ke kerajaan, bersiaplah menyerang penyihir hika selagi aku menyucikan sihirnya!” ucapku menghentikan langkah mereka.
“benar kata hime, ayo kita pergi!” ucap yuya yang diikuti anggukan kepala inoo-sama tanda setuju.
“kalau begitu, aku akan menemani hime disini” ucap nana
“baiklah, kalau begitu. ayo kita pergi! Hime, terima kasih banyak. Aku tak akan pernah melupakan jasamu” ucap inoo-sama membungkukkan badannya. Yuya pun ikut membungkukkan badannya.
“ya.. jaga diri kalian ya!” ucapku. Mereka pun menegakkan badannya lagi dan tersenyum padaku.
Tiba-tiba sebuah angin yang sangat kencang berhembus ke arah kami dan menyapu seluruh kabut di gunung itu “tak usah repot-repot sampai pergi ke istana” ucap sebuah suara dari kejauhan. Perlahan pemilik suara itu terbang mendekat.
“baginda raja” ucap inoo-sama terkejut
“inoo-sama.. lama tak bertemu” ucap lelaki itu. yuya segera berdiri didepan inoo-sama untuk melindungi inoo-sama.
“baginda, selama kau masih di bawah pengaruh sihir penyihir hika, tak akan kubiarkan kau menyentuh inoo-sama seujung jari pun!” ucap yuya. dari tangannya muncul sebuah bola api yang siap membakar orang dihadapannya itu.
“huh! Berani sekali kau.. kau hanya seorang pengawal, kau tak akan bisa mengalahkanku!” ledek raja yabu. raja yabu segera mencabut pedangnya dan menyerang yuya. inoo-sama memakai kekuatannya untuk membantu yuya. kekuatan yuya menjadi bertambah, dia menjadi tak kalah kuat dengan raja yabu yang ternyata juga mendapat kekuatan dari penyihir hika. pertarungan mereka semakin sengit karena sama-sama kuat. Tapi tiba-tiba, inoo-sama pingsan, dia mulai kehabisan tenaga. Raja yabu pun berhasil melukai yuya. aku, ryosuke dan nana segera menolong mereka.
“inoo-sama, bertahanlah!” ucapku panik
“ryosuke! lindungi hime dan nana! cepat sucikan penyihir hika! jangan pikirkan kami, kami yang akan melawan raja yabu!” perintah inoo-sama.
“tapi, inoo-sama..”
“hem..akhirnya, kau memanggilku ‘inoo-sama’ juga.. sudah cepat pergi! jangan mengkhawatirkan kami!” ucap inoo-sama tersenyum.
“baik!” ryosuke dengan berat hati menerima perintah inoo-sama. inoo-sama dan yuya pun berusaha berdiri. Inoo-sama menatap yuya dan tersenyum padanya seakan mengatakan sesuatu. yuya menganggukkan kepala memahami apa yang dimaksud inoo-sama.
“ryosuke, tunggu apa lagi? cepat pergi!” ucap yuya
“huh! Kalian masih bisa berdiri ternyata! Kali ini, akan ku habisi kalian!” ucap raja yabu langsung menyerang yuya dan inoo-sama
“huh! Silakan saja, yang mulia!” inoo-sama bersiap mengerahkan kekuatannya lagi.
Mereka pun kembali bertarung. Ryosuke, aku dan nana segera masuk ke gua. Kami berjalan mengikuti suara gemericik air. Makin kedalam, suaranya semakin jelas. Dan akhirnya sampailah kami di sebuah kolam yang sangat jernih. Sebuah air terjun kecil mengalir di sudut kolam menimbulkan suara gemericik.
“apa ini air suci itu?” tanya ryosuke
“iya, ini pasti air suci” ucapku. Aku segera berjalan ke pinggir kolam. Tapi tiba-tiba, ryosuke menarik tanganku membuatku menghentikan langkah.
“ryosuke, lepaskan tanganku! Tak ada waktu lagi! Aku harus segera menyucikan sihir itu” ucapku tanpa menoleh sedikitpun. Aku benar-benar tak sanggup melihat wajah sedih ryosuke. kutarik tanganku, melepaskan genggaman tangannya dan segera pergi pinggir kolam.
“ternyata, aku memang harus turun tangan mengatasi ini” dari belakang tiba-tiba terdengar sebuah suara seorang lelaki. Kami bertiga pun segera menoleh, mencari asal suara tersebut. Kulihat seorang lelaki memakai jubah hitam berjalan ke arah kami.
“siapa kau?” tanyaku pada lelaki itu. lelaki itu kemudian tertawa tak menjawab pertanyaanku. Tiba-tiba dengan cepat, dia sudah berada tepat dihadapanku dan mencekik leherku.
“aku orang yang akan menguasai dunia ini” ucapnya. aku terkejut mendengar ucapannya itu. berusaha melepas tangannya dari leherku. Tapi, cengkramannya sangat kuat, aku hampir tak bisa bernapas.
“kau! Lepaskan tangan kotormu!” teriak ryosuke langsung menyerang orang yang tak lain adalah penyihir hika. penyihir hika mendorongku hingga jatuh tersungkur dan menangkis serangan ryosuke.
“hime! kau tak apa-apa?” ucap nana menolongku
“ya.. aku tak apa-apa” jawabku. Ryosuke dan penyihir hika bertarung, tetapi kekuatan penyihir hika jauh melebihi kekuatan ryosuke. akhirnya, ryosuke pun sudah hampir kehabisan tenaga. Ryosuke masih berusaha menyerang penyihir hika dengan sisa-sisa tenaganya. Aku tak bisa tinggal diam melihat ryosuke berjuang seperti itu. aku berlari menuju kolam dan segera melepas kalung permata dileherku. Tapi entah kenapa, kalung permata itu tak bisa lepas dari leherku. kucoba menariknya tapi tetap tak bisa lepas.
“hime, tak akan kubiarkan kau melepas kalung ini!” suara nenek tiba-tiba terdengar lagi.
“nenek! aku mohon, nek! Biarkan aku melepas kalung ini! aku harus menyelamatkan ryosuke!” ucapku memohon pada nenek. penyihir hika yang menyadari keberadaan nenek segera mengarahkan sihirnya ke arahku, tetapi nana segera menghalangi sihir itu sebelum sihir itu berhasil mengenaiku. Tubuh nana pun berubah menjadi patung batu karena terkena sihir itu.
“nana!” teriakku mendekati nana yang sudah berubah menjadi patung karena menyelamatkanku. Ryosuke bertambah marah, dia langsung memukul penyihir hika. penyihir hika segera menghindari pukulannya hingga ryosuke jatuh tersungkur.
“hime! arahkan permata itu kearah penyihir hika! akan ku lenyapkan sihirnya!” perintah nenek. segera kuarahkan kalung permata itu ke arah penyihir hika. dari kalung itu, keluar sebuah sinar yang yang membuat penyihir hika tak bisa bergerak.
“kurang ajar! Kau pikir bisa mengalahkanku dengan cara seperti ini?!” ucap penyihir hika berusaha menggerakkan tubuhnya.
“ryosuke! sekarang serang jantungnya!” ucapku. Ryo pun segera berdiri dan mengeluarkan api yang berbentuk tombak dari tangannya. Dia mengarahkan tombak itu tepat di jatung penyihir hika dan segera menikam jantung penyihir hika. tiba-tiba, langkah ryo terhenti, kulihat tiba-tiba kakinya berubah menjadi batu. Aku terkejut melihat penyihir hika ternyata tak kehilangan kekuatannya.
“kenapa bisa begini?” hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulutku. Aku tak tahu harus berbuat apa lagi.
“huh, dasar bodoh!” ucap penyihir hika yang terus mengarahkan sihirnya. Perlahan, bagian demi bagian tubuh ryosuke berubah menjadi batu.
“hime, cepat lari!” ucap ryosuke. raut wajahnya yang terlihat kesakitan membuat airmataku mengalir melihatnya.
“hime! jangan menangis. Cepat pergi! larilah, hime! selamatkan dirimu!” ucap ryosuke lagi
“hahahaha.. kau masih bisa mengkhawatirkan orang lain. Sebaiknya, pikirkan dirimu sendiri yang sebentar lagi menjadi batu ini!” ucap penyihir hika.
“tak akan kubiarkan!” Aku pun segera berlari menuju tepi kolam.
“hime! apa yang akan kau lakukan?” tanya ryosuke. kutatap ryosuke dan mengembangkan senyuman kepadanya tanpa menjawab pertanyaannya. BYUUUURR! Kuceburkan tubuhku ke dalam kolam suci itu.
“HIME!HIME!!” kudengar suara ryosuke berteriak memanggil namaku. Aku begitu senang mendengarnya. suara orang yang sangat kusukai. Semakin lama, suara itu semakin tak terdengar lagi. Semua mulai menjadi gelap. Mungkin sudah saatnya.. selamat tinggal ryosuke.
-------------------------------------------------------------
Ryosuke’s POV
hime tak muncul lagi ke permukaan kolam itu. aku tak bisa berbuat apa-apa, aku tak bisa menolongnya. Setengah tubuhku sudah menjadi batu. Aku tak bisa bergerak lagi. aku hanya bisa menatap penyihir hika dengan kesal. Tiba-tiba dari dalam kolam muncul sebuah pilar cahaya. Pilar cahaya itu menghancurkan langit-langit gua dan terus menembus gunung, membumbung tinggi hingga ke langit.
“hua!! Apa ini?! sihirku? Kenapa bisa begini?” jerit penyihir hika. aku mulai merasakan tubuhku kembali, sepertinya kekuatan penyihir hika mulai menghilang. Menyadari itu, segera kukeluarkan tombak apiku dan kutikam jantung orang dihadapanku itu. tombakku menusuk tepat dijantung penyihir hika hingga tembus ke belakang badannya. Seketika itu penyihir hika mati. Kulihat tubuh penyihir hika yang tak bernyawa didepanku.
“skyworld selamat” ucapku lirih, aku sudah tak sanggup menopang tubuhku lagi. aku pun roboh. kulihat pilar cahaya itu semakin melebar menelan tubuhku dan tubuh penyihir hika. kupejamkan mataku,aku merasa hangat di seluruh tubuhku, nyaman sekali. aku tak tahu apa yang terjadi. Yang ku tahu hanyalah, aku menang, penyihir hika sudah mati. Tak ada lagi sihir jahat. Dan ini semua pasti berkat hime. terima kasih hime.
-------------------------------------------------------------
“ryosuke..ryosuke..” terdengar suara yang tak asing memanggil namaku. Kucoba membuka mataku, samar-samar terlihat seorang perempuan duduk disampingku.
“nana” ucapku lirih memanggil namanya.
“syukurlah kau baik-baik saja” ucap nana. dia menghapus airmata dipipinya
“hime.. dimana hime? apa dia baik-baik saja?” tanyaku. Nana hanya diam tak menjawab pertanyaanku. Kududukkan badanku, kulihat inoo-chan dan kak yuya berbaring disampingku dengan begitu banyak luka.
“mereka..”
“mereka selamat” ucap nana
“bagaimana denganmu? Apa kau terluka?” tanyaku mengingat tubuh nana menjadi batu tadi.
“aku baik-baik saja.. beberapa saat yang lalu kurasakan tubuhku lagi, aku mencoba membuka mataku setelah aku sadar, ternyata tubuhku sudah kembali seperti semula. Aku segera menolongmu, inoo-sama dan yuya yang tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka” jelas nana
“pilar cahaya.. apa kau melihatnya?” tanyaku
“pilar cahaya? Aku tak yakin.. tapi sebelum kurasakan tubuhku lagi, di sekelilingku seperti ada cahaya yang terang sekali” jelas nana
“pilar cahaya itu sepertinya menyucikan seluruh sihir penyihir hika dan menyelamatkanku” ucap kak yuya yang ternyata juga sudah sadar.
“sebelumnya, kami berhasil melumpuhkan raja yabu. saat itu, aku sudah tak kuat lagi. Kupikir aku akan mati, tapi tiba-tiba sebuah pilar cahaya menelan tubuhku dan inoo-sama yang sudah tak berdaya. Setelah itu, kurasakan hangat di sekujur tubuhku” tambah kak yuya
“berarti pilar cahaya itu muncul karena permata dan air suci telah disatukan?” tanya nana, pertanyaannya itu langsung membuat kami terdiam.
“kalian selamat?” tanya inoo-chan lirih. Untunglah inoo-chan juga sudah sadar. Kami pun segera membantunya duduk.
“tuan, apa anda baik-baik saja?” tanya kak yuya
“ya, aku selamat.. cahaya itu menyelamatkanku” ucap inoo-chan. Kami saling memandang satu sama lain.
“hime, telah mengorbankan diri demi kita” ucapku. Aku merasa tak berguna, menyadari kenyataan itu. kutundukkan kepalaku, menyesali ketidakberdayaanku menyelamatkan orang yang kucintai.
“kalian tak apa-apa?” tanya seseorang yang tiba-tiba sudah sudah berdiri di belakang kami dengan banyak luka juga.
“baginda raja?” ucap kami terkejut menyadari orang itu adalah raja yabu yang juga selamat. Dan sepertinya raja pun sudah terlepas dari pengaruh sihir penyihir hika.
“maaf sudah mencelakai kalian. Maafkan aku, aku bisa dengan mudah terpengaruh sihir penyihir itu” ucap raja yabu menyesali perbuatannya.
“ini bukan salah anda, baginda” ucap inoo-chan
“sekali lagi aku benar-benar minta maaf” raja yabu membungkukkan badan meminta maaf pada kami semua.
“tidak apa-apa.. semua ini sudah berakhir, baginda. Jangan menyalahkan diri sendiri” ucap nana
Raja yabu menegakkan badannya “terima kasih, semua” ucap raja yabu tersenyum
“baiklah.. mari kita kembali ke kerajaan, rakyat bluesky pasti sudah menunggu” ucap nana
Kami pun berjalan ke luar dari gua. kubalikkan badanku, melihat untuk terakhir kalinya kolam itu. melihat tempat terakhir aku bertemu dengan hime. terima kasih banyak hime, aku tak akan pernah melupakanmu. aku pun segera keluar dari gua itu dan terbang menuju kerajaan bluesky bersama yang lain.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Author’s POV
Penyihir hika kalah, Kerajaan bluesky dan seluruh skyworld pun selamat. Ryosuke dan lainnya pulang ke kerajaan dengan selamat. Semua penduduk menyambut mereka. Semua orang bergembira karena tak ada lagi ancaman dari penyihir jahat. Sejak saat itu, mereka pun hidup dengan damai dipimpin raja yabu yang bijaksana. Beberapa saat setelah itu, raja yabu mengangkat yuya menjadi panglima besar kerajaan. Dan inoo-sama, dia juga hidup bahagia bersama nana. Sedangkan ryosuke.....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




“Himeee~~!! Bangun!! Apa kau tak sekolah hari ini?? sudah jam berapa ini?!.. cepat bangun!”
-------------------------------------------------------------
Hime’s POV
Kubuka mataku.. aku selamat, aku kembali pulang. “ryosuke.. Ah,ya! Ryosuke.. apa dia baik-baik saja?” aku pun bangun dan duduk sejenak memikirkan apa yang aku alami. Aku tak tahu, itu nyata atau hanya mimpi. Ku raba leherku, mencari kalung permata pemberian nenekku. Tak ada! kalung itu tak ada. Jadi semua itu benar-benar nyata?
“Himeee~~!! Kau bisa terlambat! cepat bangun!” ibu berteriak seperti biasa dari lantai bawah, membuyarkan lamunanku.
“iya.. aku sudah bangun, bu..” jawabku. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 6.20 pagi. Kalau tak cepat-cepat, aku bisa terlambat. aku segera pergi ke kamar mandi. Setelah siap aku pun segera turun.
“bu, ayah mana?” tanyaku sembari meneguk segelas susu di meja
“sudah berangkat” jawab ibu sambil masih sibuk bersih-bersih
“apaaa?? Kalau begini aku bisa benar-benar terlambat.. aku berangkat!” ucapku segera berpamitan pada ibuku dan berlari pergi ke stasiun. Semoga tak ketinggalan kereta. kupercepat langkahku. tiba-tiba, BRUUKK!! aku menabrak seseorang, aku pun jatuh. Karena lupa menutup tasku, bukuku jadi jatuh berhamburan. Aku pun segera membereskannya dan berdiri.
“maafkan saya, saya tak sengaja.. Saya sedang terburu buru. Saya benar-benar minta maaf” kubungkukkan badanku meminta maaf pada orang itu. aku segera berlari pergi meninggalkan orang itu. dan aku pun sampai di stasiun, untungnya aku masih sempat. Kereta datang, aku segera naik dan kereta pun berangkat. setelah sampai, aku pun segera pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah, aku masuk kelas dan pelajaran dimulai seperti biasa. Hari ini, aku tak bisa berkonsentrasi. Pikiranku masih tak bisa lepas dari berbagai pertanyaan. “skyworld.. Jika benar nyata, bagaimana keadaan ryosuke? apa dia dan lainnya selamat?” pertanyaan itu selalu berputar di pikiranku.
-------------------------------------------------------------
Bel pulang sekolah berbunyi, aku segera pulang. aku berjalan ke stasiun untuk pulang. sesampainya di stasiun, seperti biasa, aku naik kereta. setelah itu, aku berjalan pulang ke rumah. “haaahh.. ternyata sekolahku itu benar-benar jauh,ya” keluhku. aku pun berhenti di sebuah lapangan, menatap langit sore. “skyworld sepertinya sudah aman. ryosuke.. apa dia baik-baik saja?” Aku tersenyum menatap langit cerah yang memerah. Tiba-tiba airmataku mengalir, aku tak tahu kenapa tiba-tiba aku menangis menatap langit yang begitu indah itu. kurogoh sakuku mencari saputangan. Saputanganku tak ada, kucari di tas tapi tetap tak ketemu.
“hey! Ini saputanganmu” kata seorang lelaki dari belakang. Kubalikkan badanku melihat orang itu. dan betapa terkejutnya aku, seorang laki-laki yang sangat kukenal sudah berdiri hadapanku dan menyodorkan saputangan yang sedari tadi kucari.
“ryosuke!!” segera kupeluk orang di hadapanku itu. airmataku mengalir makin deras, aku tak percaya bisa bertemu dengan ryosuke lagi.
“hime.. aku datang” ryosuke balas memelukku
“tunggu dulu, berarti semua itu bukan mimpi?” menyadari itu aku segera melepas pelukanku
“itu memang bukan mimpi, hime~~!!” ucap ryosuke sambil mencubit pipiku
“ittaaiii!” pekikku segera melepas tangannya
“tunggu, tapi kenapa kau bisa ada di sini?” tanyaku
“aku akan tinggal disini bersamamu” ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya
“apaaaa?? Bagaimana bisa?” aku terkejut mendengar ucapan ryosuke
“setelah kejadian itu, inoo-chan memberitahuku kalau ternyata kau masih hidup. Kau tak mati, kau kembali ke duniamu karena sihir nenekmu. Aku bersyukur sekali mendengarnya. Inoo-chan juga memberitahuku kalau ternyata raja yabu juga mengetahui mantera yang dipakai nenekmu agar bisa tinggal di bumi. Mengetahui itu aku langsung meminta ijin pada raja yabu. Raja yabu mengijinkanku dan memberikan mantera itu pada inoo-chan agar aku bisa tinggal di bumi. Dan.. disinilah aku sekarang” jelas ryo panjang lebar. Aku hanya bisa diam melongo masih tak percaya.
“hahaha.. kenapa wajahmu seperti itu? ayo kita pulang..” ajak ryosuke
“eehh.. pulang? kau?” tanyaku heran. Memangnya dia mau pulang kemana? Dia kan baru datang ke bumi.
“hehehe.. aku akan tinggal dirumahmu, jadi kita bisa selalu bersama. tenang saja, aku bisa pura-pura menjadi saudaramu. dan aku juga sudah bicara pada orang tuamu, mereka mengijinkanku tinggal” aku semakin syok mendengar perkataannya itu.
“hahaha... kenapa kau bengong begitu? oh ya, aku janji tak akan macam-macam kok! ayo pulang!” ucap ryosuke menggenggam tanganku
“Un!” kami pun pulang bersama, berjalan sambil bergandengan tangan, menatap langit yang indah berdua.
“aku tak ingin berpisah dengan ryosuke lagi!” ucapku tersenyum. dia pun tertawa sambil mengacak-acak rambutku dan segera berlari, aku pun berlari mengejarnya. Senang sekali aku bisa bersama orang yang kusukai. Dan aku yakin besok akan jadi hari yang indah. Kami akan memulai hari-hari bahagia bersama dibawah langit yang indah ini. itu pasti!
-------------------------------THE END-------------------------------
Extra story (Inoo-sama)
Inoo-sama’s POV
Setelah kejadian itu, semua penduduk skyworld hidup dengan bahagia kecuali satu orang. Orang itu adalah nana. walaupun nana tak mengatakannya, tapi aku tahu, dia pasti masih memikirkan panglima daiki. setiap malam kulihat dia selalu menatap langit dan menangis. Hatiku jadi sakit melihat dia seperti itu. aku ingin melihat senyum nana lagi. aku menyukainya. sudah aku putuskan, aku akan menyatakan persaanku padanya.
Keesokan harinya, kutemui dia yang sedang bekerja di dapur istana.
“nana, bisakah kita bicara sebentar?”
“ah! Baiklah,tuan” nana pun berjalan mengikutiku. Kuajak dia berjalan-jalan di taman istana.
“ehm, tuan ingin membicarakan apa?” tanyanya. Kubalikkan badanku dan menatapnya.
“nana, kenapa kau selalu menangis setiap malam?” dia tampak terkejut mendengar pertanyaanku. Dia langsung menunduk tak menjawab pertanyaanku.
“apa kau masih memikirkan panglima daiki?” tanyaku lagi, dia masih tak menjawab. Dan tiba-tiba kudengar isakan lirih, nana pun menangis. Melihatnya begitu, segera kupeluk dia.
“nana, jangan menangis. Jika kau kesepian aku akan selalu menemanimu”
“tuan” ucapnya masih menangis tersedu-sedu
“mulai sekarang, panggil aku ‘inoo’ aku tak sehebat itu untuk kau panggil ‘tuan’” ucapku
“nana, aku mencaintaimu” tambahku. Dia terkejut dan segera melepas pelukanku.
“tuan, maaf.. tapi aku..”
“kau masih mencintai panglima daiki, kan? ya, aku tahu itu. tapi, aku tak keberatan mencintaimu. walau di hatimu hanya ada panglima daiki, aku tetap akan mencintaimu sampai kau bisa melupakan panglima daiki dan memberikan hatimu padaku” ucapku meyakinkannya
“jadi, bolehkah aku menjaga senyumanmu demi panglima daiki?” tambahku
Tiba-tiba dia langsung memelukku erat dan menangis “tolong buat aku tersenyum.. buat aku tersenyum lagi.. inoo!”
“ya.. aku akan selalu membuatmu tersenyum” aku pun membalas pelukannya.
Sejak saat itu, nana perlahan mulai bisa tersenyum dan dia mulai menaruh hati padaku. walaupun aku tahu dia pasti tak akan melupakan panglima daiki yang dicintainya, tapi aku sangat senang melihatnya tersenyum lagi. Akhirnya, aku memutuskan untuk melamarnya, kami pun menikah dan hidup bahagia.
==================+++EXTRA STORY+++ THE END==================

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar